Menolak Jadi Cawapres, Ustaz Somad Berikan 4 Alasan

Pilpres 2019 sepertinya menyajikan kejutan besar bagi masyarakat Indonesia. Jokowi menggandeng Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya, sedangkan kubu Prabowo memutuskan Sandiaga Uno menjadi calon wakilnya.

Sebelum deklarasi ini disampaikan ke publik, sejumlah pihak yang digadai-gadaikan menjadi calon wakil presiden sempat bikin heboh publik. Dari pihak Prabowo sebelumnya telah mencatat nama ustaz Abdul Somad sebagai kandidat Cawapres.

Walaupun ditolak, Ustaz Somad memberikan sejumlah pernyataan terkait hal tersebut. Dirangkum dari Merdeka, berikut empat alasan Ustaz Somad menolak ajakan Prabowo sebagai cawapres.

1. Bukan sosok yang tegas.

Ustaz Somad mengucapkan terima kasih namanya bisa masuk dalam kandidat cawapres Prabowo. Dia mengatakan ada seseorang yang lebih layak menjadi cawapres Prabowo. Karena jika ingin terjun di dunia politik maka sikap tegas sangat diperlukan.

Dia sendiri, merasa tidak mempunyai sikap tersebut. Ini dapat dilihat jika ada yang mengundang untuk berdakwah dia selalu menyanggupi untuk hadir.

“Yang paling mengetahui diri kita, kita sendiri. kami senang sekali dengan ustaz tegas berapi-api saat ceramah tapi setelah turun dari mimbar dia amat sangat lembut dan lunak, susah untuk mengatakan tidak.

2. Popularitas di media sosial tidak bisa jadi ukuran

Menurut beliau, populer di media sosial tidak bisa jadi ukuran dirinya dengan mudah menjadi cawapres. “Siapa yang paling banyak dicari di internet. itu tidak bisa dijadikan standar. Saya sendiri sudah cek, yang paling banyak Ustaz Abdul Somad, tapi masih dikalahkan Nisa Syabian. Itu enggak bisa dijadikan standar,” jelasnya.

3. Ustaz Somad netral

Walau tidak masuk dunia politik, Ustaz Somad berpesan kepada capres dan cawapres harus memperjuangkan Islam. Kemudian menjadi pemimpin yang adil dan amanah.

“Saya selalu bersama kelompok yang memperjuangkan Islam yang pro pada ulama ada masanya saya tidak berpihak. Lalu masalah dukung mendukung support ke depan sampai hari ini saat ceramah tidak pernah menyebut nama tidak pernah menyebut partai, tidak pernah menyebut nomor, menyebut warna kita hanya berceritakan tentang umum, pilih lah pemimpin yang sayang ulama, pilih pemimpin yang amanah, pilih pemimpin yang adil,” ujarnya.

4. Fokus sebagai pendidik dan pendakwah

Alasan utama kenapa Ustaz Somad menolak jadi cawapres Prabowo karena dirinya ingin fokus sebagai pendidik dan pendakwah. Tidak ada keinginan terjun ke dunia politik.

“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada pada Jenderal Prabowo SubiantO, kepada itjima ulama yang telah memberikan kepercayaan. Bahwa ini politik dan saya konsen di bidang dakwah dan pendidikan dari dulu saya bilang fokus di bidang dakwah dan pendidikan kita bagi-bagi tugas. Saya merasa saya bukan siyasah, saya bukan Umar bin Khattab, saya bukan politisi, saya lebih pada pendidik, pengajar, penceramah,” tegasnya.

Sumber: Merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *