Cara Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Bermain

 

kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru berdasarkan ide, gagasan yang dikombinasikan dari hasil penemuan-penemuan sebelumnya, akhirnya menjadi karya baru yang berguna.

Bermain merupakan cara yang paling baik untuk mengembangkan kemampuan anak. Melalui bermain secara alamiah, anak dapat menemukan lingkungan, orang lain dan dirinya sendiri. Pada saat bermain anak-anak dapat menghargai perasaan orang lain dan merasakan kepercayaan diri mereka dalam proses yang dinamis, hal-hal yang terpenting untuk dirinya dan pengalaman bermain yang positif. Bagi anak-anak dunia bermain adalah dunia mereka. Bermain mempengaruhi pikiran, mental, kematangan emosional serta perkembangan jiwa mereka. Saat bermain anak merasa bebas menemukan dunianya sendiri sehingga akan menumbuhkan kreativitasnya.

Agar bermain menjadi sesuatu yang dapat membantu perkembangan kreativitas, berikut ini mengembangkan kreativitas anak melalui dunia bermain:

1. Mengandung Unsur Menyenangkan.
Permainan yang menyenangkan dan tidak memiliki tujuan maupun intervensi dari pihak lain, akan membantu anak dalam tumbuh kembangnya. Banyak permainan yang yang dilakukan oleh anak tanpa memiliki tujuan akan tetapi dilakukan dengan spontanitas melihat dari kondisi serta lingkungan anak.

Dunia bermain ini akan sangat membuat anak menikmati setiap aktivitasnya, secara tidak langsung, anak akan belajar meningkatkan kreativitasnya melalui daya imaginasi melalui permainan yang dilakukannya. Selain mendapat kesenangan, anak juga akan bertambah pengetahuan terhadap permainan yang dilakukannya, karena dunia anak merupakan dunia bermain serta belajar.

2. Dilakukan dengan Spontan.
Permainan yang dilakukan dengan spontan dan tanpa intervensi adalah permainan yang dapat memaksimalkan perkembangan serta kreativitas anak, hal ini dikarenakan secara psikologi anak bahwa perkembangan akan memiliki perningkatan jika anak melakukan permainan yang dilakukan dengan atau sesuai dengan keinginannya.

Tanpa tekanan dalam permainan, maka anak akan memiliki kebebasan diri untuk mengekspresikan diri. Kebebasan yang dimiliki serta didapati anak dalam melakukan aktivitas bermainnya akan menumbuhkan rasa kepercayaan diri anak dalam mengambil keputusan terhadap dirinya. Tanpa disadari secara psikologis anak akan memiliki jiwa kreativitas serta leadership dan rasa tanggung jawab terutama terhadap dirinya.

Kegiatan bermain yang dilakukan anak pada dasarnya mencerminkan tingkat, tingkat perkembangan mereka. Berikut akan diuraikan tentang tahapan bermaian dari beberapa ahli. Sesuai dengan tingkat usia seorang anak, tahapan bermain di bagi menjadi tiga tahap, yaitu:

Exploration Play (Anak usia 0 – 2 tahun); Dalam tahap ini anak sudah mulai timbul rasa keingintahuan untuk menjelajahi dunia sekitar dan dirinya sendiri. Anak akan bergerak ke sana ke mari hanya untuk memuaskan rasa ingin tahunya, dilakukan tanpa aturan serta tujuan yang jelas.

Competency Play (Anak umur 3 – 6 tahun); adalah tahap anak melakukan aktivitas dengan cara meniru orang lain yang dilihatnya. Pada tahap ini anak sudah mulai mampu untuk mencapai tingkat keterampilan tertentu, misalnya cara memegang crayon atau pensil.

Achievement Play (Anak-anak berusia 7 – 10 tahun); adalah tahap permainan di mana anak sudah mulai melakukan kegiatan bermain yang sifatnya kompetitif. Kegiatan ini dilakukan karena anak sudah ingin menunjukan pretasinya

Kesimpulan

Dengan memberikan kebebasan kepada anak dalam bergerak dengan aman serta kesempatan untuk berbicara, bertanya, dan bercerita akan sangat membantu anak dalam fase perkembangan baik secara fisik maupun psikologi anak.

Yang perlu dilakukan adalah dengan memberi contoh model untuk ditiru oleh anak, dan usahakan dalam memberi contoh permainan anak sebaiknya memiliki unsur benda, alat, teman, dan ruangan untuk bermain. Dengan memberi keleluasaan bagi anak dalam mengenali obyek nyata, seperti contoh pada usia tertentu orangtua mengajarkan anak membedakan hewan yang bertelur dan beranak dengan mengajak mereka menyaksikan secara langsung, hal ini dilakukan dengan learning by seeing akan lebih mebantu anak dalam memahami hal baru terutama untuk menambah pengetahuannya.

Dengan memberi kesempatan kepada anak dalam mengamati, memahami, menerapkan disiplin, nilai-nilai agama dan moral, justru merupakan parenting yang sangat diharapkan dilakukan oleh semua orangtua. Dalam memberi kesempatan dan kebebasan kepada anak juga sebaiknya melihat dari sisi perkembangan fisik motorik apabila anak masih dalam usia sekitar 1-2 tahun. Karena pada usia tersebut perkembangan motorik anak akan mudah berkembang secara optimal, sehingga orangtua akan mendapati anak dengan kemampuan serta kreativitas yang dapat dibanggakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *